Pesarehan Gunung Kawi

<p>Ini peserta salah satu kirab yang berhasil menjadi juara 1</p>

Ini peserta salah satu kirab yang berhasil menjadi juara 1

Posted 91 weeks ago
<p>Salah satu peserta pawai kirab 1 suro Gunung Kawi </p>

Salah satu peserta pawai kirab 1 suro Gunung Kawi 

Posted 91 weeks ago
<p>Acara Gebyar Ritual Satu Suro yang akan dilaksanakan hari Rabu, 14 Oktober 2015 dengan susunan acara kirab sesaji hingga pembakaran sangkakala</p>

Acara Gebyar Ritual Satu Suro yang akan dilaksanakan hari Rabu, 14 Oktober 2015 dengan susunan acara kirab sesaji hingga pembakaran sangkakala

Posted 97 weeks ago
<p>Pura Agung Gunung Kawi (Pagah)<br/><br/>Pura ini dahulunya digunakan untuk pertemuan para raja-raja dari jaman mpu sindok. Bila seseorang telah mencapai kesempurnaan batin, maka orang tersebut bisa melihat bangunan pura emas. Pura ini dahulunya mempunyai 4 pilar namun saat ini hanya memiliki 3 pilar. Umur pura/pohon tersebut merupakan akar pohon yang menjulang keatas, bukan merupakan batang pohon. Saat ini tempat ini sering menjadi jujugan para pemeluk agama hindu untuk berdoa atau melakukan meditasi.

<br/></p>

Pura Agung Gunung Kawi (Pagah)

Pura ini dahulunya digunakan untuk pertemuan para raja-raja dari jaman mpu sindok. Bila seseorang telah mencapai kesempurnaan batin, maka orang tersebut bisa melihat bangunan pura emas. Pura ini dahulunya mempunyai 4 pilar namun saat ini hanya memiliki 3 pilar. Umur pura/pohon tersebut merupakan akar pohon yang menjulang keatas, bukan merupakan batang pohon. Saat ini tempat ini sering menjadi jujugan para pemeluk agama hindu untuk berdoa atau melakukan meditasi.

Posted 130 weeks ago
<p>Vihara Kwan Iem Pow Sat</p><p>Vihara ini baru saja diresmikan pada juli 2010 dan mengalami renovasi total mulai akhir 2009. Areal bangunan ini dahulunya merupakan 2 bangunan terpisah yaitu kuil dewa Kwan Kong dan Kuil dewi kwan Iem. Namun pada 2002 terjadi kebakaran yang menghancurkan areal ini dan kemudian dibiarkan begitu saja sampai akhir 2009.

</p><p>Sekarang area ini sudah diperbaiki dan terlihat lebih megah. Foto ini merupakan bagian depan dari Vihara tersebut dan diambil pada pertengahan tahun 2014</p>

Vihara Kwan Iem Pow Sat

Vihara ini baru saja diresmikan pada juli 2010 dan mengalami renovasi total mulai akhir 2009. Areal bangunan ini dahulunya merupakan 2 bangunan terpisah yaitu kuil dewa Kwan Kong dan Kuil dewi kwan Iem. Namun pada 2002 terjadi kebakaran yang menghancurkan areal ini dan kemudian dibiarkan begitu saja sampai akhir 2009.

Sekarang area ini sudah diperbaiki dan terlihat lebih megah. Foto ini merupakan bagian depan dari Vihara tersebut dan diambil pada pertengahan tahun 2014

Posted 130 weeks ago

Mengenal Kraton Gunung Kawi

Para peziarah yang datang ke pesarehan gunung kawi, seringkali akan ditawari para guide untuk mengunjungi kraton Gunung Kawi, Untuk itu mari mulai mengenal kraton gunung kawi agar tahu asal usul sejarahnya…

Kraton Gunung Kawi terletak di dusun Gendogo desa Balesari kecamatan Ngajum kabupaten Malang.Lokasinya terletak persis di kaki gunung kawi dan jauh dari keramaian. Kraton gunung kawi dibangun oleh Mpu Sindok yang merupakan seorang ratu dari India, yang bernama asli Kusuma Wardhani.

Beliau hijrah sekitar tahun 861 atau pada waktu pembangunan candi Borobudur selesai kemudian beliau pindah ke daerah Kawi. Awal mulanya mengapa Mpu Sindok pindah ke Gunung Kawi dikarenakan terjadinya perselisihan di antara dinasti Syailendra. 3 alasan Mpu Sindok hijrah ke Gunung Kawi adalah:

1. Menghindari gempuran musuh
2. Menghindari perang saudara 
3. Mencari penghidupan yang lebih baik

Asal muasal terjadinya perselisihan di keluarga Syailendra adalah adanya perebutan kekuasaan di dalam keluarga. Akhirnya beliau mengalah dan kemudian mendapatkan ilaham untuk pindah ke Gunung Kawi. Dengan keberadaan beliau di gunung kawi inilah yang membuat raja-raja jawa (pada jaman mataram lama) mendatangi tempat ini untuk meminta ilham ataupun untuk meminta nasihat.

Keturunan Mpu Sindok yang terkenal adalah Dharma Wangsa yang menurunkan keturunan baru yaitu Airlangga.

Prabu Kamesywara I (dari Kediri) adalah generasi kedua setelah Mpu Sindok. Beliau melakukan Lengser Keprabon Madek Pandhita (Turun tahta dan menjadi pertapa). Beliau termasuk murid dari Mpu Sindok yang memiliki kepandaian dan kasta yang tinggi. Tidak hanya Prabu Kamesywara I saja yang bertapa disana, tapi juga nama-nama hebat di ranah jawa juga pernah bertapa di tempat ini. Sebut saja Ken Arok, Gajah Mada juga ikut bertapa di tempat ini pada saat prabu Kamesywara I sudah dalam keadaan Moksa.

Pada jaman perjuangan, tempat ini juga sering dipergunakan sebagai tempat untuk menyucikan diri dan menenangkan hati. Seperti Bung Karno, Supriyadi. Seiring berkembangnya jaman, masyarakat sering mendatangi tempat ini untuk memanjatkan doa kepada tuhan. Apalagi apabila kita benar-benar khusyuk dalam memanjatkan doa, maka doa kita bisa terkabul.

Setelah kemerdekaan, kraton gunung kawi berkembang pesat dan kebanyakan golomgam yang datang kemari adalah golongan etnis cina. Namun, pada tahun 1965 kraton gunung kawi ditutup total dan bangunannya dirusak total karena lokasi ini disinyalir telah menjadi persembunyian para anggota PKI. Selama 10 tahun lebih lokasi ini ditutup hingga pada 1974 lokasi ini dibuka oleh resmi oleh pemerintah secara babad alas. Sampai tahun 1978 bangunan di kraton gunung kawi ini sangat sederhana. Barulah pada 1978-1980 lokasi ini mulai dipugar. Bahkan pada 1993 kraton mulai melakukan pembangunan total mulai dari segi bangunan hingga jalan raya. Namun pada tahun 2002 terjadi kebakaran pada salah satu bagian kraton gunung kawi sehingga bangunan tersebut rata dengan tanah.

Sanggar Pamujaan Kraton Gunung Kawi.

Pada jaman mpu Sindok dan Prabu Kamesywara , tempat ini merupakan tempat meditasi atau berkomunikasi dengan tuhan. Didalamnya terdapat lubang untuk melakukan tapa pendem atau bertapa dalam tanah.

Sanggar ini berada pada tempat paling tinggi di areal kraton gunung kawi. Saat ini di bagian kanan dan kiri bangunan sanggar pemujaan tersebut terdapat patung kuda terbang.

Pura Agung Gunung Kawi (Pagah)

Pura ini dahulunya digunakan untuk pertemuan para raja-raja dari jaman Mpu Sindok. Bila seseorang telah mencapai kesempurnaan batin, maka orang tersebut bisa melihat bangunan pura emas. Pura ini dahulunya mempunyai 4 pilar namun saat ini hanya memiliki 3 pilar. Umur pura/pohon tersebut merupakan akar pohon yang menjulang keatas, bukan merupakan batang pohon. Saat ini tempat ini sering menjadi tempat kunjungan para pemeluk agama hindu untuk berdoa atau melakukan meditasi. 

Pada tahun 2014 sudah banyak pembangunan di sana sini sehingga lokasi kraton sudah tampak lebih modern dan tertata. Bahkan ada penambahan ornamen2 bergaya khas China…

Posted 130 weeks ago

Mengenal Pohon Dewandaru

Pohon Dewandaru yang berada di samping bangunan makam ‘pesarehan gunung kawi’ ini dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi para peziarah yang kejatuhan daun atau buahnya. Untuk itu mari kita mengenal lebih dalam terkait pohon Dewandaru ini.

Dewadaru (Mesua ferrea L.) adalah sejenis pohon anggota suku manggis-manggisan (Clusiaceae) yang kayunya bernilai ekonomi tinggi. Dalam literatur dagang ia dikenal sebagai Ceylon ironwood, Indian rose chestnut, dan Cobra’s saffron. Tumbuhan ini berasal dari Sri Langka, menjadi pohon nasional di negara itu, dan dikenal sebagai penaga lilin atau na dalam bahasa Sinhala. Dalam bahasa Sanskerta dikenal sebagai Nāga नाग; nama inilah yang kemudian dipakai dalam bahasa Melayu/Jawa (nagasari).

Tumbuhan ini memiliki kayu yang berat dan keras (karena itu namanya kerap disamakan dengan kayu besi). Selain di Sri Langka, tumbuhan ini dibudidayakan juga di Assam, Nepal, dan Asia Tenggara. Oleh masyarakat Jawa yang mempercayai takhyul, dewadaru dianggap sebagai pohon keramat.
Pohon dewandaru dapat mencapai tinggi 30 m, dengan pangkal membesar hingga berdiameter 2m. Di SriLanka, tumbuhan ini dapat tumbuh hingga dataran tinggi sekitar 1500m dpl. Daun deawndaru bersifat tunggal, sempit, memanjang (dapat mencapai 15 cm), berwarna hijau gelap dan bagian sisi bawahnya agak keputihan, daun mudanya lunglai, berwarna merah sampai merah muda kekuningan. Bunga berdiameter 4–7,5cm dengan empat petal dan banyak benang sari di tengahnya.

Kegunaan
Karena sangat kuat dan berat (berat jenis 1,12 ton per m3), kayunya dipakai sebagai bantalan rel atau bangunan berstruktur kuat. Tumbuhan ini menjadi lambang nasional Sri Lanka.
Getah resinnya agak beracun, tapi beberapa bagiannya memiliki khasiat pengobatan.

Pohon dewandaru dalam terminologi jawa dapat diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Kata dewandaru banyak dijumpai dalam kisah pewayangan maupun dalam khasanah bahasa Jawa Kuno maupun sansakerta. Karenanya tidak mengherankan jika kemudian pohon bernama dewandaru ini kemudian sarat dengan mitos.

Pohon dewandaru dikenal juga sebagai asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau cereme asam. Dalam bahasa Inggris pohon yang dipercaya mempunyai kekuatan magis ini disebut dengan Surinam Cherry, Brazilian Cherry, atau Cayenne Cherry. Sedangkannama ilmiah tumbuhan ini adalah Eugenia uniflora L., yang mempunyai beberapa sinonim diantaranya Eugenia michelii Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanicaWilld.

Diskripsi Pohon Dewandaru. Dewandaru (Eugenia uniflora) merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai 5 meter dan hidup menahun. Batang pohon dewandaru tegak, berkayu, berbentuk bulat dengan kulit kayu berwarna coklat.

Buah dan daun dewandaru (Eugenia uniflora). Dari bentuk buahnya inilah pohon ini kerap disebut belimbing londo.

Daun dewandaru merupakan daun tunggal, berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal yang meruncing. Daun berukuran sekitar 5 sentimeter dengan tepi daun yang rata dan pertulangan menyirip. Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik berwarna putih. Buahnya buni (bulat) dengan diameter sekitar 1,5 cm, berwarna merah. Bijinya kecil, keras, berwarna coklat.

Tumbuhan dewandaru tersebar di daerah Amerika Selatan seperti Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia, tumbuhan ini dapat ditemukan di beberapa tempat di pulau Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Salah satu daerah yang dikenal sebagai habitat dewandaru adalah kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya. Sejarah persebaran pohon dewandaru (Eugenia uniflora) hingga ke Indonesia belum diketahui secara pasti. Kecuali berbagai mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat.

Mitos, Khasiat, dan Pemanfaatan. Terutama pada masyarakat jawa, keberadaan pohon dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari mitos soal asal-usulnya hingga berbagai khasiat magis sebagai kayu sakti dan bertuah. Karenanya, kayu dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk membuat aksesoris semisal tasbih, gelang, akik (batu cincin), dan kalung. Beberapa mitos terkait pohon dan kayu dewandaru diantaranya adalah:

Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora) yang kerap dipercaya sebagai kayu sakti dan bertuah.

  • Pohon dewandaru di tanam oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, setelah mendapatkannya dari Cina.
  • Seorang bernama dewandaru yang menjadi rebutan antara Kurawa dan Pandawa lantaran dipercaya menjadi kunci untuk menguasai dunia. Agar tidak dapat diperebutkan, orang ini berubah menjadi pohon.
  • Aroma kayu dewandaru sebagai sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.
  • Dipercaya memiliki khasiat sebagai pengasihan, menambah kharisma, dan pengusir gangguan gaib.

Di balik khasiat mistis yang dipercayai oleh sebagian masyarakat, pohon dewandaru ternyata memiliki berbagai manfaat yang teruji secara klinis. Buah dewandaru selain mengandung air juga mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid.

Dengan berbagai kandungan yang dipunyainya, dewandaru (Eugenia uniflora) dapat dimanfaatkan sebagai peningkat kualitas astringent, mengurangi tekanan darah tinggi, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan.

Sepertinya kita tidak boleh terlalu terlena dengan berbagai khasiat mistis yang dipunyai pohon dewandaru (dan pohon ‘bertuah’ lainnya). Sebaliknya, berbagai keyakinan yang berkembang di masyarakat tersebut hendaknya memacu kita untuk mengeksplorasi kandungan dan khasiatnya secara klinis dan ilmiah. Bisa jadi, para pendahulu kita mencoba memberitahu kita tentang manfaat besar suatu spesies, faktor tingkat pemahaman dan pengetahuan lah yang kemudian merubah pesan tersebut menjadi serangkaian kisah mistis dan magic.

Posted 130 weeks ago

HAL-HAL KHAS DI AREA WISATA GUNUNG KAWI

TELO GUNUNG KAWI

Telo Gunung Kawi

Telo gunung kawi merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di sekitar jalan menuju pesarehan gunung kawi.  Selain dijual mentah, telo Gunung Kawi juga dijajakan dalam keadaan matang. Telo yang telah dikukus, diletakkan dalam wadah baskom dan ditutup dengan daun pisang. Ketika menawarkan ke pengunjung, biasanya penjaja membuka sedikit daun pisang, sehingga tampak kepulan asap dari telo hangat tersebut.
Untuk menjaga tetap mengepul, penjaja biasa membungkus rapat-rapat baskom dengan tumpukkan daun pisang. Kulit telo terlihat segar mengkilap, menggoda mata untuk mencicipi. Telo Gunung Kawi, memang terkenal manis rasanya, warna daging dalamnya berwarna kehijauan.. Jika Anda membeli telo matang seharga seribu rupiah, Anda akan menikmati tiga potong telo hangat, dan lima ribu rupiah untuk sebungkus kresek kecil telo hangat..

LUPIS

Lupis

Di kaki Gunung Kawi ini, jika hari libur dan hari besar banyak sekali penjual goreng-gorengan. Ada tahu, tempe kacang, tempe menjes, ubi, dan masih banyak lagi. Adapula jajanan tradisional yang sudah dikenal secara umum, seperti lupis dan tetel. Keduanya menggunakan bahan dasar beras ketan. Rasa lupisnya kenyal, pedagang lupisnya juga menjamin, lupisnya tidak basi meski sudah dua hari. Rasanya lebih kenyal, karena bahan yang digunakan beras ketan yang punel. Jika ingin disantap di tempat maka, dengan sigap, ia mengiris lupis menggunakan senar, ditata di atas pincuk daun pisang, diberi gendis atau larutan gula jawa, lalu diberi parutan kelapa. Sangat nikmati bila langsung dimakan ditempat.